“Tuberkulosis (TB) paru hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit menular yang memerlukan perhatian serius karena tingginya angka kejadian, lamanya proses pengobatan, serta risiko putus obat yang dapat menyebabkan resistensi obat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan terapi TB paru tidak hanya bergantung pada pengobatan medis semata, tetapi juga dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi, keyakinan, dan perilaku pasien dalam menjalani regimen pengobatan secara teratur dan berkesinambungan.”